62.Kepemimpinan dalam Kelompok

ENDAHULUAN

Kelompok merupakan suatu sistem. Sebagai sistem dalam kelompok ada beberapa komponen yang tersusun dalam suatu struktur yang teratur. Struktur kelompok mengacu kepada bagaimana susunan kelompok tersebut, yang meliputi : jenis kelompok, tujuan kelompok, peranan anggota kelompok, pemimpin kelompok, aturan-aturan dasar kelompok, pokok-pokok pembicaraan yang akan didiskusikan dalam kelompok (Romlah, 1989 dalam Wibowo, 2005 : 105). Sehingga pemimpin kelompok merupakan komponen yang penting dalam suatu kelompok. Pemimpin dan kelompok mempunyai hubungan yang sangat erat. Peran seorang pemimpin penting bagi keseluruhan fungsi kelompok. Sebuah kelompok merupakan cerminan pemimpinnya. Hanya akan ada hasil yang bagus sesuai pemimpinnya. Hanya akan ada hasil yang bagus sesuai pemimpinnya, hasil yang bagus sesuai diri pemimpin itu sendiri.

Pemimpin kelompok memiliki pengaruh yang kuat dalam proses kelompok, tidak terkecuali dalam konseling atau terapi kelompok. Setiap konseling atau terapi merupakan suatu proses yang kompleks. Banyak faktor yang mempengaruhinya, antara lain faktor konselor atau terapis, metode yang digunakan dan karakteristik konseli yang dihadapinya (Prawistari, 1991 dalam Wibowo, 2005 : 105). Oleh karena itu peranan, fungsi, kepribadian dan ketrampilan pemimpin adalah sentral dalam proses teraupetik (penyembuhan), maka semua model teoritis mencurahkan banyak perhatiannya pada pemimpin (Corey, 1981 dalam Wibowo, 2005 : 106).

Konselor sebagai pemimpin kelompok merupakan salah satu komponen penting dalam konseling kelompok. Kepemimpinan kelompok dalam pelaksanaan konseling kelompok sangat penting maknanya. Pemimpin kelompok mempunyai pengaruh yang kuat dalam proses konseling kelompok, bukan saja harus mengarahkan perilaku anggota kelompok sesuai dengan kebutuhan, melainkan harus tanggap terhadap segala perubahan yang terjadi dalam kelompoknya sebagai akibat dari perkembangan kegiatan kelompok itu. Oleh karena itu, untuk dapat melaksanakan tugas, peranan dan fungsinya sebagai pemimpin kelompok, kepribadian dan ketrampilan konselor  adalah sentral dalam proses terapeutik, maka semua model teoritis mencurahkan banyak perhatian pada pemimpin kelompok.

A.    TUGAS-TUGAS PEMIMPIN KELOMPOK

Konselor sebagai pemimpin kelompok mempunyai tugas yang tidak ringan. Menurut yalom (1985 dalam Wibowo, 2005: 107) tugas-tugas pemimpin kelompok adalah :

1. Membuat dan mempertahankan kelompok

2. Membentuk budaya

3. Membentuk norma-norma

B.     GAYA KEPEMIMPINAN KELOMPOK

Gaya yang ditunjukkan seorang pemimpin kelompok mempunyai dampak yang langsung terhadap perilaku anggota kelompok. Pemimpin kelompok yang selalu menyatakan kepada anggota kelompokknya mengenai apa yang harus dikerjakan, akan dapat segera menyelesaikan tugasnya jika didukung oleh kemampuan fleksibilitas dan inovasi anggotanya. Pemimpin kelompok paling efektif adalah pemimpin kelompok yang serba bisa. Mengubah pola kepemimpinannya sesuai dengan maksud kelompok dan keanggotaannya.

1. Kepemimpinan interpersonal versus kepemimpinan intrapersonal

2. Kepemimpinan yang terpusat ke pemimpin versus kepemimpinan yang terpusat ke kelompok.

3. Gaya kepemimpinan

Memilih sebuah gaya kepemimpinan tergantung kepada banyak faktor, seperti kepribadian pemimpin dan tujuan kelompok tersebut. Lewin (dalam Wibowo, 2005 : 148) memperkenalkan tiga gaya dasar kepemimpinan, yaitu :

a. Gaya kepemimpinan otoriter

b. Gaya kepemimpinan demokratis

c. Gaya kepemimpinan laissez-faire

C.    IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN DALAM KONSELING KELOMPOK

1.      Fungsi Pemimpin Kelompok

Pemimpin kelompok yang efektif harus mampu untuk berfungsi dalam berbagai macam cara pada waktu yang berbeda, dan dapat memilih serta menggunakan berbagai macam ketrampilan yang tepat untuk tiap fase proses kelompok.

Bates et. al (1982, dalam Supriatna, 2004) menunjukkan empat fungsi utama yang perlu diperhatikan oleh pemimpin kelompok selama proses kelompok, yaitu :

1. Sebagai seorang direktur yang mengatur arus interaksi kelompok. Pemimpin harus membantu anggota menyadari perilaku-perilaku mana yang mendorong dan menghambat komunikasi. Pemimpin harus bertindak dengan cara proaktif dan reaktif untuk mencegah munculnya perilaku tertentu yang menghambat dan mendorong munculnya perilaku lain yang mendukung proses kelompok.

2. Sebagai seorang model

3. Sebagai katalis interaksional

4. Sebagai fasilitator

5. Mampu mengendalikan konflik

2.      Karakteristik Pemimpin Kelompok Efektif

Pemimpin kelompok dalam menjalankan profesinya, selain dilihat sebagai profesional dia juga dilihat sebagai pribadi.

1. Pemimpin kelompok sebagai pribadi

Corey (1981 dalam Wibowo 2005 : 118) mengemukakan beberapa ciri pribadi yang sangat berhubungan dengan kepemimpinan kelompok yang efektif :

  1. Kehadiran, dimana pemimpin harus hadir secara fisik dan emosional
  2. Kekuatan pribadi, yang meliputi kepercayaan diri dan kesadaran akan pengaruh seseorang pada orang lain
  3. Keberanian, konselor harus menunjukkan keberanian dalam interaksi mereka dengan anggota kelompok dan bahwa mereka tidak boleh bersembunyi dibelakang peranan khusus mereka sebagai konselor
  4. Kemampuan untuk mengkonfrontasi diri sendiri
  5. Kesadaran diri, merupakan hal yang berbarengan dengan kemauan untuk menghadapi diri sendiri.
  6. Kesungguhan/ketulusan
  7. Keaslian, keefektifan menuntut pemimpin menjadi seorang pribadi yang asli, yang nyata atau riil, kongruen dan jujur.
  8. Mengerti Identitas
  9. Keyakinan/kepercayaan dalam proses kelompok
  10. Kegairahan, pemimpin perlu menunjukkan bahwa mereka menyenangi pekerjaan mereka dan senang bersatu dengan kelompok-kelompok mereka.
  11. Daya cipta dan kreativitas, kesanggupan secara spontan menjadi kreatif dan memberikan kelompok ide-ide segar
  12. Daya tahan (stamina), sejak kelompok mulai berjalan pelan-pelan secara fisik dan psikologis, pemimpin perlu menemukan cara-cara agar tetap hidup seluruh bagian dari kelompok.
  13. Pemimpin kelompok sebagai seorang yang profesional

Keberhasilan kepemimpinan menghendaki ketrampilan-ketrampilan kepemimpinan kelompok yang spesifik dan penampilan yang sesuai pada fungsi-fungsi tertentu. Ketrampilan-ketrampilan kepemimpinan tersebut perlu dipelajari dan dipraktekkan, walaupun mereka tidak dapat dipisahkan dari kepribadian pemimpin (Corey, 1981 dalam Wibowo, 2005 : 111). Semua aspek kognitif dan afektif dari pemimpin akan nampak dalam ketrampilan yang diperlihatkannya dalam praktek. Lewat ketrampilannya tersebut akan terlihat keefektifannya sebagai pemimpin, gaya-gaya kepemimpinannya, dan peranannya sebagai pemimpin kelompok. Beberapa ketrampilan dasar yang perlu dikembangkan seorang pemimpin kelompok dalam kelompok konseling antara lain (jacobs, Harvill & Masson, 1994 dalam Wibowo, 2005  : 123) :

1. Aktif mendengar, memerlukan pendengaran terhadap isi, suara dab bahasa tubuh dari orang yang berbicara. Pemimpin yang terampil akan mendengar semua anggota kelompok pada saat yang sama dan bukan hanya kepada orang yang sedang berbicara.

2. Refleksi, yaitu mengulang kembali hal ini menunjukkan bahwa anda mengerti isi dan /atau perasaan dibelakangnya.

3. Menguraikan/menjelaskan pernyataan akan membantu anggota kelompok menjadi lebih sadar tentang apa yang sedang ia coba kemukakan. Hal ini penting untuk menjamin kembali komunikasi yang jelas dalam kelompok.  Ada beberapa teknik menguraikan yang mungkin bisa digunakan: penjelasan pernyataan, menyatakan kembali dan menyuruh orang lain untuk menjelaskan atau menguraikannya.

4. Meringkas, ketrampilan ini merupakan keharusan bagi pemimpin kelompok. Tanpa suatu ringkasan, anggota mungkin hanya akan menangkap sedikit dari pembicaraan yang telah dilakukan

5. Penjelasan singkat dan pemberian informasi, pemimpin yang baik harus memiliki hal-hal yang baik untuk disampaikan. Keberhasilan penjelasan singkat akan memungkinkan secara singkat memberikan ide-ide baru dan menarik

6. Mendorong dan mendukung, kemampuan ini penting untuk membantu anggota kelompok  berkaitan dengan kecemasan yang dialami ketika menghadapi situasi baru.

7. Mengatur suara, dimaksudkan untuk menunjukkan suasana hati pemimpin atas kelompok

8. Memperagakan dan mengungkapkan diri, Corey & corey (1987 dalam Wibowo, 2005 : 129) menyatakan bahwa salah satu cara terbaik untuk membina perilaku-perilaku yang diinginkan adalah dengan pemberian model perilaku-perilaku itu dalam kelompok. Gaya pemimpin tentang komunikasi yang efektif, kemampuan untuk mendengar dan mendorong kepada orang lain akan menjadikan model bagi anggota kelompok dengan berusaha menyamai atau melebihi.

9. Penggunaan mata, hal ini sangat penting saat memimpin kelompok. Pemimpin perlu sadar tentang bagaimana matanya dapat mengumpulkan/meliput informasi yang berharga, mendorong anggota-anggota untuk berbicara dan mungkin menghalangi anggota untuk berbicara.

3. Penggunaan Teori

Dalam kerja kelompok teori digunakan oleh pemimpin sebagai prinsip untuk mengarahkan kelompok. Pada dasarnya suatu teori adalah suatu cara mengorganisasikan apa yang diketahui tentang beberapa fenomena dalam rangka memperoleh seperangkat proposisi-proposisi yang saling berkaitan dan masuk akal tentang apa yang tidak diketahui. Lewin (1951) dan beberapa ahli lain (Gladding, 1990), menyatakan bahwa teori sangat esensial bagi praktisi yang kompeten. Meskipun demikian, peranan teori dalam kerja kelompok akan tergantung pada tipe kelompok, disamping keterhandalan yang telah teruji dari suatu teori yang digunakan oleh pemimpin kelompok. Manfaat teori dalam praktek kelompok antara lain: memberikan kerangka kerja konseptual, sebagai pedoman untuk merumuskan perilaku yang diharapkan, teori merupakan landasan bagi penelitian,  dengan menggunakan teori sebagai landasan kerja, para praktisi lebih mungkin mencapai kemajuan, teori dapat membantu para praktisi merumuskan pendekatan terhadap kelompok dan pengetahuan tentang suatu teori pada umumnya membantu pemimpin kelompok untuk merumuskan suatu pendekatan khusus untuk masing-masing anggota kelompok.

4.      Penggunaan Asisten atau Pembantu (Co-Leader)

Beberapa pemimpin konseling kelompok lebih senang kerja sendirian, dan beberapa pemimpin kelompok yang lain lebih senang menggunakan pembantu (ko-pemimpin) khusunya ketika mereka menangani kelompok-kelompok besar yang memiliki anggota lebih dari 12 orang, Ko-pemimpin adalah seorang profesional yang telah dilatih. Ketepatan penggunaan ko-pemimpin tergantung pada banyak faktor, termasuk didalamnya pertimbangan-pertimbangan ekonomi, ukuran kelompok dan kompabilitas (kesesuaian) pemimpin. Bagaimanapun penggunaan ko-pemimpin mengimplikasikan adanya kemanfaatan dan problem.

Keuntungan yang diperoleh dengan penggunaan ko-pemimpin kelompok adalah:

  1. Mudah menangani kelompok dalam situasi sulit
  2. Memberikan lebih banyak model
  3. Umpan balik
  4. Berbagi pengetahuan khusus
  5. Pertimbangan praktis

Sedangkan keterbatasan penggunaan ko-pemimpin dalam konseling kelompok adalah:

  1. Kurang adanya upaya yang terkoordinasi
  2. Terlalu banyak perhatian diberikan pada pemimpin
  3. Kompetisi
  4. Kolusi

Sumber:

Ibnu M & Noviyanti K D. 2011. Pendekatan Konseling Kelompok. Diktat Kuliah Prodi BK. FIP. IKIP PGRI Madiun

Sumber: http://asrofulkhadafi.wordpress.com/2012/04/22/kepemimpinan-dalam-kelompok/

 

Nama    : Denny Imam Azhari

Npm      : 31112848

Kelas     : 1DB06

www.gunadarma.ac.id

www.studentsite.gunadarma.ac.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s