33. Organisasi Fungsional

Organisasi Fungsional

Bab I

 

Pendahuluan

 

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa. atas karunia nya penulis bisa menuliskan tugas Teori Organisasi Umum 1 ini. juga tidak lupa penulis ucapkan terimakasih banyak kepada bapak dosen Teori Organisasi Umum 1 yaitu Bapak Edy Nursanta, karna telah mengizin kan penulis untuk mengikuti kelas nya. terimakasih kepada teman teman 2KA06 yang sudah bersedia dengan lapang dada menerima saya dikelas ini untuk menyelesaikan nilai Mata Kuliah Teori Organisasi Umum 1 yang berbasis Softskill. dan kepada teman teman seperjuangan 3KA15 penulis harap tetap semangat untuk menuntaskan nilai Teori Organisasi Umum 1 yang masih belom memenuhi standar kelulusan.

 

Bab II

 

Landasan Teori

 

“Organisasi adalah sekumpulan beberapa orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu”. maksud disini sudah jelas, bahwa organisasi terdiri dari banyak orang. dan didalam nya terdapat pengurus pengurus serta anggota dari organisasi.

 

menurut Boone dan Katz “organisasi adalah suatu proses yang tersusun, orang orangnya berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu”. didalam suatu organisasi juga pasti memiliki rencana kedepan yang terstruktur dengan baik, diantara orang orangnya juga saling berinteraksi satu sama lain demi mencapai tujuan dari terbentuknya organisasi tersebut.

menurut Stoner “organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.” didalam organisasi sudah tentu memiliki atasan, atasan atau boss mengatur jalan nya sebuah organisasi demi mencapai tujuan bersama.

 

 

menurut James D. Mooney “organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.” hampir sama seperti ahli ahli di atas, organisasi dibentuk untuk mencapai suatu tujuan.

 

 

menurut Chester I. Bernard “organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih”.dalam organisasi tentu terjadi kerjasama antara sesama anggotanya. antara atasan dan bawahan, dan antara setiap pengurus dengan anggota.

 

 

menurut Stephen P. Robbins “Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.” dalam organisasi tentu setiap anggotanya harus berusaha, bekerja, ber aktifitas demi mencapai tujuan utama perkumpulan tersebut.

bisa disimpulkan dari beberapa teori yang dibuat oleh para ahli diatas bahwa “organisasi adalah sekumpulan manusia yang berinteraki satu sama lainnya dan sekumpulan tersebut mempunyai tujuan yang sama”

BAB III

Organisasi Berdasarkan Tipe atau Bentuknya dibedakan menjadi 3 jenis yaitu:

1. Organisasi Lini.

2. Organisasi Fungsional.
3. Organisasi Lini dan Fungsional.

 

Organisasi Lini adalah organisasi yang dibuat oleh Henry Fayol. Organisasi ini langsung dikomandoi oleh satu atasan secara vertikal. organisasi ini juga sering disebut organisasi militer. menurut sumber, organisasi ini hanya pantas dipakai di organisasi yang cakupan nya kecil, seperti bengkel, warung, Rukun tetangga, dan lain sebagainya.

 Organisasi Lini dan Fungsional (Line and Function Organization)
Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada perkepala unit dibawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau tingkatan.

karna kali ini saya akan membahas tentang organisasi Fungsional, maka mari kita pinggirkan dulu tentang “Organisasi Lini “, “Organisasi Lini dan Fungsional” dan mari membahas tentang Organisasi Fungsional.

Organisasdi Fungsional (Functional Organization)
Diciptakan oleh Frederick W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan, masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi perhatian yang sungguh-sungguh.

Ciri-ciri :
– Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan
– Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan
– Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis
– Target-target jelas dan pasti
– Pengawasan ketat
– Penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi

Keuntungan-keuntungan menggunakan organisasdi fungsional :
– Spesialisasi dapat dilakukan secara optimal
– Para pegawai bekerja sesuai ketrampilannya masing-masing
– Produktivitas dan efisiensi dapat ditingkatkan

– Koordinasi menyeluruh bisa dilaksanakan pada eselon atas, sehingga berjalan lancar dan tertib
– Solidaritas, loyalitas, dan disiplin karyawan yang menjalankan fungsi yang sama biasanya cukup tinggi.
– Pembidangan tugas menjadi jelas

Kelemahan-kelemahan organisasi fungsional :
– Pekerjaan seringkali sangat membosankan
– Sulit mengadakan perpindahan karyawan/pegawai dari satu bagian ke bagian lain karena pegawai hanya memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja
– Sering ada pegawai yang mementingkan bidangnya sendiri, sehingga koordinasi menyeluruh sulit dan sukar dilakukan

Sumber http://tugaswahidsabillah.blogspot.com/2012/10/organisasi-fungsional.html#!/2012/10/organisasi-fungsional.html

 

Nama    : Denny Imam Azhari

Npm      : 31112848

Kelas     : 1DB06

http://www.gunadarma.ac.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s