#34 Delegasi dalam keperawatan

Pendelegasian Dalam Keperawatan (Materi yang Paling Disukai manajemen Keperawatan)

4 01 2010

A. PENGERTIAN

Pendelegasian (pelimpahan wewenang) merupakan salah satu elemen penting dalam fungsi pembinaan. Sebagai manajer perawat dan bidan menerima prinsip-prinsip delegasi agar menjadi lebih produktif dalam melakukan fungsi-fungsi manajemen lainnya. (Handoko.1997).

Penendelegasian adalah bagian dari manajemen yang memerlukan latihan manajemen professional dan dikembangkan untuk dapat menerima pendelegasian tanggung jawab secara structural.(Swanbrug. 2000).

  1. KONDISI KETIDAKEFEKTIAN DALAM PENDELEGASIAN

Delegasi dalam praktek keperawatan professional sering mengalami masalah, dimana proses delegasi tidak dilaksanakan secara efektif. Hal ini diarenakan tiga hal :

  • under –delegasi : Pelimpahan tugas terlalu sedikit. Staf diberi wewenang yang sangat sedikit, terbatas dan sering tidak terlalu jelas.
  • over-delegasi  : Pemberian delegasi berlebihan. Di sini dapat terjadi penyalahgunaan wewenang.
  • unproper delegasi : Pelimpahan yang tidak tepat.Kesalahan yang ditemukan adalah, pemberian tugas limpah, orang yang tepat, dan alasan delegasi hanya karena faktor senang/tidak senang. Pelimpahan ini tidak efektif karena kecendrungan pimpinan menilai pekerjaanya berdasarkan unsur Subyektif.

Delegasi yang baik tergantung pada keseimbangan antara komponen tanggung jawab, kemampuan dan wewenang. Tanggung jawab (responsibility) adalah suatu rsa tanggung jawab terhadap penerimaan suatu tugas, kemampuan (accountability) adalah kemampuan seseorang dalam melaksanakan tugas limpah. Wewenang (authorirty) adalah pemberian hak dan kekuasaan penerima tugas limpah untuk mengambil suatu keputusan terhadap tugas yang di limpah.

C. WAKTU PELAKSANAAN

  • Tugas rutin : Tugas yang dapat didelegasikan kepada staf
  • Tugas yang tidak mencukupi waktunya : Staf didelegasikan untuk menyelesaikan tugas manajer keperawatan
  • Peningkatan kemampuan : Pendelegasian bertujuan meningkatkan kemampuan staf dan tim melalui proses pembelajaran
  • Delegasi sebaiknya tidak diberikan untuk tugas-tugas yang terlalu teknis (membutuhkan keahlian tertentu) dan tugas yang berhubungan dengan kepercayaan/kerahasiaan institusi.

D. CARA BAGI MANAJER PERAWAT AGAR BERHASIL DALAM PENDELEGASIAN

  1. Membuat perencanaan ke depan dan mencegah masalah.
  2. Menetapkan tujuan dan sasaran yang realistis
  3. Menyetujui standar kerja
  4. Menyelaraskan tugas atau kewajiban dengan kemampuan bawahan
  5. Melatih dan mengembangkan staf bawahan dengan memberikan tugas dan wewenang baik secara tertulis maupun lisan.
  6. Melakukan kontrol dan mengkoordinasikan pekerjaan bawahan dengan mengukur pencapaian tujuan berdasarkan standar serta memberikan umpan balik prestasi yang dicapai.
  7. Kunjungi bawahan lebih sering dan dengarkan keluhan – keluhannya.
  8. Bantu mereka untuk memecahkan masalahnya dengan memberikan ide ide  baru yang bermanfaat.
  9. Memberikan ‘reward’ atas hasil yang dicapai.

10.  Jangan mengambil kembali tugas yang sudah didelegasikan.

E. TEKNIK PENDELEGASIAN

Manajer perawat  pada seluruh tingkatan dapat menyiapkan tugas-tugas yang dapat didelegasikan dari eksekutif perawat sampai eksekutif departemen atau kepala unit, dan dari kepala unit sampai perawat/bidan klinis. Delegasi mencakup kewenangan untuk persetujuan, rekomendasi atau pelaksanaan. Tugas-tugas seharusnya dirangking dengan waktu yang diperlukan untuk melaksanakannya dan sebaiknya satu kewajiban  didelegasikan pada satu waktu.

F. KAPAN TIDAK DILAKUKAN DELEGASI

Hindari mendelegasikan kekuasaan dan tetap mempertahankan moral dalam pelaksanaannya.  Kontrol dilakukan khusus pada  pekerjaan yang sangat teknis atau tugas tugas yang melibatkan kepercayaan. Hal ini merupakan hal yang kompleks dalam manajemen keperawatan, sehingga  memerlukan pengetahuan dan kemampuan yang khusus. Manajer perawat yang akan menangani hal tersebut  seharusnya memiliki kemampuan ilmu manajemen dan  perilaku. Mendelegasikan tugas dan tanggung jawab dapat  menyebabkan perawat klinis berasumsi bahwa manajer tidak mampu untuk menangani tanggung jawab  kepemimpinannya terhadap  manajemen keperawatan

  1. G. FUNGSI MANAJER DALAM PENDELEGASIAN AGAR LEBIH EFEKTIF

Dalam pendelegasian untuk hasil yang lebih efektif, perawat manajer harus mengetahui tentang :

  1. pendidikan dan pengalaman setiap staf
  2. peran dan fungsi perawat yang ditetapakan di RS sakit tersebut
  3. mengetahui ruang lingkup tugas manajer keperawatan dan kedudukan dalam organisasi
  4. mengetahui batas wewenang dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya
  5. mengetahui hal-hal yang dapat didelegasikan kepada staf dan tenaga non keperawatan.

H. KEBERHASILAN

Dalam pendelegasian agar dapat behasil perawat manajer harus memeprhatikan sebagai berikut :

  1. Komunikasi yang jelas dan lengkap
  2. Ketersediaan sumber dan sarana
  3. Perlunya suatu monitoring atau kontrol
  4. Adanya pelaporan mengenai perkembangan tugas yang dilimpahkan
  5. Disiplin dalam pemberian wewenang
  6. Bertanggung jawab dalam pembinaan moral staf
  7. Menghindari kesalahan penyampaian dalam pendelegasian

 

 

Sumber :

Handoko, T.( 1997). Manajemen. Yogyakarta : BPFE

Swansburg, R., (2000) , Pengantar kepemimpinan dan manajemen keperawatan untuk             perawat klinis. Jakarta : EGC

Hogdetts, R.M., (1986). Management : Theory, Process and Practice. Orlando : Academic Press

http://nicelight1001.multiply.com/journal/item/3/BUKU_MANAJEMEN_KEPERAWATAN

Denny Imam Azhari

31112848

1DB06

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s