#04 Manajemen Proyek

MANAJEMEN PROYEK

 

 

URAIAN UMUM

 

Dalam penyelenggaraan suatu proyek, kegiatan yang akan dihadapi sangat

kompleks.Hal ini tentu memerlukan suatu manajemen yang baik sehingga pada

akhirnya proyek dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Pelaksanan proyek harus diselenggarakan secara menyeluruh mulai dari

perencanaan,pembangunan fisik ,sampai dengan pemeliharaan yang melibatkan

bermacam-macam unsur dan komponen pendukung.Salah satu bagian dari

manajemen proyek yang memegang peranan cukup penting adalah organisasi

proyek.Sebuah proyek akan berhasil jika di dalamnya terdapat pengorganisasian

yang baik. Pengorganisasian tersebut merupakan pengelolaan proyek dengan

tujuan mengatur tahap–tahap pelaksanaan pekerjaan dalam mencapai sasaran.

Sedangkan organisasi proyek merupakan suatu sistem yang melibatkan banyak

pihak yang bekerja sama dalam melaksanakan serangkaian kegiatan.Oleh karena

itu unsur-unsur yang terlibat dalam pengelolaan harus saling bekerja sama dan

mempunyai rasa tanggung jawab terhadap tugas, kewajiban serta wewenang yang

telah diberikan sesuai bidang dan keahlian masing-masing.Keuntungan dari

adanya Organisasi dalam suatu proyek adalah :

 

♦ Pekerjaan dapat dilaksanakan secara matang.

 

♦ Pekerjaan yang tumpang tindih dapat dihindari dengan dilaksanakannya pembagian tugas serta tanggung jawab sesuai keahlian.

 

♦ Meningkatkan pendayagunaan dana,fasilitas,serta kemampuan yang tersedia secara maksimal.

 

UNSUR-UNSUR PELAKSANA PEMBANGUNAN PROYEK

 

Secara garis besar unsur-unsur yang terlibat dalam pelaksana

pembangunan proyek meliputi pemberi tugas ( Owner ), kontraktor pelaksana dan

perencana.

Ketiga unsur pengelola proyek tersebut mempunyai wewenang dan

tanggung jawab sesuai kedudukan dan fungsinya. Hubungan kerja dalam

pengelolaan Proyek Pembangunan Jembatan Kali Serang Jepara

 

Pemberi Tugas ( Owner )

Pemberi tugas ( pemilik proyek ) adalah seseorang atau badan hukum atau

instansi yang memiliki proyek dan menyediakan dana untuk merealisasikannya.

Pemilik proyek mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut:

 

􀂾 Mengendalikan proyek secara keseluruhan untuk mencapai sasaran baik

segi kualitas fisik proyek maupun batas waktu yang telah ditetapkan.

 

 

􀂾 Mengadakan kontrak dengan kontraktor yang memuat tugas dan

kewajiban sesuai prosedur.

 

􀂾 Menunjuk kontraktor pemenang tender untuk melaksanakan proyek

tersebut.

 

􀂾 Menyediakan dana yang diperlukan untuk merealisasikan proyek.

 

􀂾 Menandatangani surat perjanjian pemborongan dan surat perintah kerja.

 

􀂾 Menetapkan pekerjaan tambahan atau pengurangan pekerjaan.

 

􀂾 Mengeluarkan semua instruksi dan menyerahkan semua dokumen pembayaran kepada kontraktor

 

􀂾 Menerima hasil pekerjaan dari pelaksanaan proyek atau kontraktor. Pemilik Proyek Pembangunan Jembatan Kal Serang adalah Dinas Pemukiman dan Prasarana Kabupaten Jepara.

 

 

Perencana.

Perencana adalah badan yang menyusun program kerja,rencana kegiatan

dan pelaporan serta ketatalaksanaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Perencanaan mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut :

 

􀂾 Membuat perencanaan lengkap meliputi gambar bestek,Rencana Kerja dan Syarat (RKS),perhitungan struktur ,serta perencanaan anggaran biaya.

 

􀂾 Menyiapkan dokumen untuk proses lelang.

 

􀂾 Membantu dalam pelelangan proyek seperti memberikan penjelasan dalam rapat pemberian pekerjaan,membuat berita acara penjelasan.

 

􀂾 Memberikan usulan,saran dan pertimbangan kepada pemberi tugas (owner) tentang pelaksanaan proyek.

 

􀂾 Memberikan jawaban dan penjelasan kepada kontraktor tentang hal-hal yang kurang jelas dari gambar bestek dan Rencana Kerja dan Syarat (RKS).

 

􀂾 Membuat gambar revisi jika ada perubahan .

 

􀂾 Menghadiri rapat koordinasi pengelola proyek.

 

􀂾 Mempelajari petunjuk–petunjuk teknis,Peraturan Perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja.

 

􀂾 Mengadakan koordinasi dengan Sub Dinas lain dan instansi terkait sesuai dengan bidangnya.

 

􀂾 Menyusun rencana strategis dinas.

 

􀂾 Melaksanakan pembinaan,pengawasan dan pengendalian dibidang bina

program.

Pada proyek ini pihak yang bertindak sebagai perencanaan adalah Sub Dinas Bina

Program DISKIMPRAS Jepara.

 

Kontraktor

Kontraktor adalah pihak yang diserahi tugas untuk melaksanakan

pembangunan proyek oleh owner melalui prosedur pelelangan. Pekerjaan yang

dilaksanakan harus sesuai dengan kontrak ( Rencana Kerja dan Syarat-Syarat serta

Gambar-Gambar Kerja ) dengan biaya yang telah disepakati. Kontraktor

mempunyai tugas dan kewajiban sebagai berikut :

 

􀂾 Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan peraturan dan syarat-syarat yang telah ditetapkan dalam dokumen kontrak.

 

􀂾 Membuat gambar kerja (shop drawing) sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan.

 

􀂾 Membuat dokumen tentang pekerjaan yang telah dilaksanakan dan diserahkan kepada owner.

 

􀂾 Membuat laporan hasil pekerjaan berupa laporan kemajuan proyek.

 

􀂾 Mengasuransikan pekerjaan dan kecelakaan kerja bagi tenaga kerja.

 

􀂾 Melakukan perbaikan atas kerusakan atau kekurangan pekerjaan akibat kelalaian selama pelaksanaan dengan menanggung seluruh biayanya.

 

􀂾 Menyerahkan hasil pekerjaan setelah pekerjaan proyek selesai. Pada proyek ini pihak yang bertindak sebagai kontraktor adalah CV SURYA AGUNG ( Jepara).

 

SUSUNAN ORGANISASI PELAKSANA PROYEK

 

Organisasi merupakan alat yang vital dalam pengendalian dan pelaksanaan proyek. Organisasi proyek dikatakan berhasil jika mampu mengendalikan tiga hal utama yaitu mutu, waktu dan biaya. Suatu organisasi mempunyai ciri-ciri adanya sekelompok orang yang bekerja sama atas dasar hak, kewajiban dan tanggung jawab masing-masing.

 

Dalam organisasi suatu proyek dijelaskan batasan-batasan tugas dan

tanggung jawab sesuai dengan kedudukan dan fungsi masing-masing. Dengan

adanya batasan-batasan tersebut dapat dihindari adanya tumpang tindih tugas,

maupun pelemparan tanggung jawab, sehingga semua permasalahan yang timbul

dapat ditanggulangi secara menyeluruh, terpadu dan tuntas.

 

2.3.1. Struktur Organisasi Pemberi Tugas ( Owner )

Pemberi tugas (owner) dari Proyek Pembangunan Jembatan Kali Serang

Jepara adalah Dinas Pemukiman dan prasarana Kabupaten Jepara, struktur

organisasinya dapat dilihat pada bagan II.1.

 

 

a. Pengguna Anggaran.

Tugas dan kewajiban Pengguna Anggaran antara lain :

 

􀂾 Mengembangkan tujuan dan sasaran proyek yang ingin dicapai dari segi biaya dan waktu serta membuat perkiraan biaya awal.

 

􀂾 Menyusun pembagian paket pekerjaan sebagai dasar untuk tahapan perencana.

 

􀂾 Membuat master network planing yang terpadu sebagai pedoman bagi semua pihak yang terlibat.

 

􀂾 Memimpin dan mengkoordinasi kegiatan pelaksanaan bagian proyek.

 

􀂾 Mengambil tindakan yang menyangkut penyalahgunaan anggaran dari jumlah yang telah ditetapkan.

 

􀂾 Membentuk Panitia Pelelangan Pekerjaan Bagian Proyek yang dipimpinnya.

 

􀂾 Menetapkan HPS ( Harga Perhitungan Sendiri ) untuk Pelelangan Pekerjaan dari bagian proyek yang dipimpinnya.

 

􀂾 Menetapkan pemenang pelelangan pekerjaan proyek yang dipimpinnya.

 

􀂾 Menandatangani SPK / Kontrak Pekerjaan Proyek yang dipimpinnya.

 

􀂾 Bertanggung jawab atas penyelesaian proyek.

 

b. Pemegang Kas.

Tugas dan kewajiban Pemegang Kas antara lain :

 

􀂾 Membantu dan bertanggung jawab kepada pengguna anggaran

sebagai atasan langsung dalam hal pengurusan administrasi dan

keuangan.

 

􀂾 Menyelenggarakan pengurusan keuangan negara yang diserahkan

kepadanya ( menerima, menyimpan dan mengeluarkan serta

mempertanggung jawabkan ).

 

􀂾 Menyelenggarakan Buku Kas Umum ( BKU ) dengan buku-buku

pembantunya.

 

c. Direksi Pekerjaan.

Tugas dan kewajiban Direksi Pekerjaan antara lain :

 

􀂾 Menyusun program kerja dan rencana kegiatan pelaksanaan proyek

 

􀂾 Memberiakan saran,pendapat dan pertimbangan kepada atasan sesuai bidang tugasnya .

 

􀂾 Mengkaji ulang hasil evaluasi pengawas lapangan saat berada di

proyek.

 

􀂾 Mengeluarkan instruksi kepada pengawas lapangan untuk melakukan tindakan tegas kepada kontraktor yang menyalahgunakan anggaran.

 

􀂾 Melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap semua unit pekerja selama pelaksanaan proyek.

 

􀂾 Membagi dan menyerahkan tugas pada pihak yang benar-benar berkompeten / ahli di bidangnya.

 

d. Pembukuan.

Tugas dan tanggung jawab Pembukuan antara lain :

 

􀂾 Menyelenggarakan pencatatan keuangan bagian proyek.

 

􀂾 Mencatat, mengurus dan melaksanakan semua peraturan / keperluan yang berlaku berkaitan dengan administrasi keuangan.

 

􀂾 Menghimpun bendel administrasi keuangan.

 

􀂾 Mencatat dan menyusun penerimaan dan pengeluaran bagian

proyek.

 

􀂾 Membuat neraca pada akhir tahun anggaran bersama Pemegang

kas.

 

􀂾 Melaksanakan pencatatan, mengklasifikasikan serta

mengakumulasikan semua bukti-bukti transaksi penerimaan dan

pengeluaran yang dibebankan kepada anggaran proyek (DIP) baik

lewat Pemegang Kas maupun KPKN ke dalam buku pembantu dan

buku tambahan.

 

􀂾 Pada akhir bulan dan setiap saat bila diperlukan harus dilaksanaan

penutupan buku-buku tersebut sehingga dapat diketahui saldo atau

jumlah penerimaan maupun pengeluaran dari masing-masing bukubuku

tersebut.

 

􀂾 Memberi data mengenai pembukuan tersebut kepada urusan SPPP.

 

􀂾 Memeriksa tagihan pembayaran pada sertifikat pembayaran

bulanan.

 

􀂾 Melaporkan semua hasil tugasnya kepada Pemegang Kas.

e. Juru Bayar

Tugas dan kewajiban Juru Bayar antara lain :

 

 

 

􀂾 Memeriksa kebenaran tanda bukti/tagihan kepada proyek

berdasarkan peraturan-peraturan dan ketentuan yang berlaku dan

tersedianya dana.

 

􀂾 Menangani semua pembayaran yang dibutuhkan untuk

pelaksanaan proyek sesuai dengan anggaran yang direncanakan.

 

􀂾 Pengawasan dana yang bersumber dari :

♦ DIPNAS dan DIPDA

♦ PO (Petunjuk Operasional)

LOAN, OECF

 

􀂾 Memeriksa laporan keuangan rutin dan insidentil.

 

􀂾 Memeriksa laporan keuangan yang akan dikirim

 

􀂾 Mempersiapkan Surat Permintaan Pembayaran Pembangunan

(SPPP) baik Beban Tetap ( BT ) maupun Beban Sementara ( BS ).

 

f. Pengawas Lapangan

Tugas dan tanggung jawab Pengawas Lapangan antara lain :

 

􀂾 Memberi petunjuk dan mengarahkan kontraktor sehubungan

dengan pelaksanaan pekerjaan.

 

􀂾 Meninjau dan menguji semua data perhitungan teknis dan desain.

 

􀂾 Meneliti dan menguji kebenaran serta kelengkapan dokumen

kontrak dan melaksanakannya.

 

􀂾 Menguji program mobilisasi kontraktor seperti kedatangan alat,

ketetapan, waktu dan lain-lain.

 

􀂾 Menguji progress schedule dan finansial budgeting beserta realisasinya.

 

􀂾 Mengadakan pengawasan dan pengendalian terhadap kontraktor tentang pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

 

􀂾 Mengadakan pengawasan kualitas dan kuantitas pekerjaan di

lapangan.

 

􀂾 Melaksanakan dan menyajikan pengumpulan data, pencatatan,

pembukuan, pelaporan dan evaluasi pelaksanaan pekerjaan.

 

􀂾 Memeriksa kebenaran tagihan-tagian dari kontraktor.

 

􀂾 Mengurus perijinan yang diperlukan untuk kelancaran pekerjaan di

lapangan.

􀂾 Mengetahui dan memahami isi dari dokumen kontrak sebagai

pedoman kerja di lapangan.

 

􀂾 Membuat laporan-laporan kegiatan pekerjaan di lapangan.

 

g. Laboratory Technician

Tugas dan tanggung jawab Laboratory Technician antara lain :

 

􀂾 Melaksanakan pengendalian mutu dan tes material di laboratorium

dan lapangan.

 

􀂾 Merencanakan,merumuskan dan menetapkan kebijaksanaan teknis

bina marga.

 

􀂾 Menilai prestasi kerja bawahan secara berkala melalui sistem

penilaian yang berlaku..

 

b. Wakil kepala dinas.

Tugas dan tanggung jawab Wakil kepala Dinas antara lain :

 

􀂾 Membantu kepala dinas dalam merumuskan kebijakan yang

ditetapkan bupati.

 

􀂾 Membantu Kepala Dinas dalam merumuskan sasaran dan

perencanaan program kerja.

 

􀂾 Menjabarkan kebijaksanaan,sasaran dan progaram kerja yang telah

ditetapkan Kepala dinas kepada jajaran dibawahnya.

 

􀂾 Mengendalikan pelaksanaan anggaran belanja dinas.

 

􀂾 Mengendaliakn pelaksanaan kegiatan bawahan dalam rangka

mengamankan kebijakan yang telah ditetapkan Kepala Dinas.

 

􀂾 Melaporkan setiap perkembangan pelaksanaan tugas bawahan

kepada kepala dinas sesuai ketentuan yang berlaku.

 

􀂾 Membina dan mengarahkan pelaksanaan tugas bawahan.

 

􀂾 Memeriksa dan meneliti pekerjaan bawahan.

 

􀂾 Mengorganisasikan pelaksanaan kegiatan dengan jajaran

dibawahnya.

 

􀂾 Mengevaluasi dan menilai prestasi kerja bawahan secara berkala

melalui sistem penilaian yang berlaku.

 

 

􀂾 Memberikan saran, pendapat dan pertimbangan kepada Kepala

Dinas.

 

􀂾 Melaksanakan dan menggantikan tugas-tugas Kepala Dinas sesuai

dengan kewenangan yang diberikan.

 

􀂾 Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Kepala dinas sesuai

bidang tugasnya.

 

Time Schedule, Bar Chart dan Network Planning. Secara

rinci dapat dijabarkan sebagai berikut :

 

1. Time Schedule

Time scheduleadalah suatu pembagian waktu terperinci yang

disediakan untuk masing-masing bagian pekerjaan, mulai dari permulaan

sampai dengan pekerjaan berakhir. Time schedulediperlukan oleh

semua pihak sebagai pedoman koordinasi dan kerjasama antar bagian

pelaksana proyek di lapangan. Dalam time schedulewaktu pekerjaan

diatur sedemikian rupa sehingga setiap pekerjaan dapat berjalan baik dan

lancar.

Sebelum proyek dilaksanakan pelaksana harus mengetahui

rencana kerja yang telah dicantumkan dalam time scheduleagar waktu

yang tersedia benar-benar efektif dan efisien untuk pekerjaan tersebut.

Time scheduledigunakan sebagai dasar pertimbangan penambahan

personalia sesuai dengan perkembangan pelaksanaan pekerjaan.

Dalam hubungan dengan bahan dan alat yang digunakan, time

scheduleini akan mencegah penyimpangan bahan yang tepat diperoleh,

serta menjaga keefektifan pemakaian alat-alat berat yang disewa, dengan

demikian penghematan biaya dan waktu akan lebih baik.Tetapi

pelaksanaan time schedulesecara umum sering mengalami hambatanhambatan

yag disebabkan oleh:

 

􀂃Keadaan cuaca yang tidak memungkinkan dilaksanakan pekerjaan.

 

􀂃 Kesalahan yang dibuat pelaksana.

 

􀂃 Ketidakteraturan penyediaan bahan.

 

􀂃 Perubahan-perubahan yang diinginkan pemberi tugas.

 

2. Bar Chart

Bar chart merupakan metode yang bersifat praktis dan sederhana

yang berfungsi untuk pengendalian proyek, sangat memudahkan

pelaksana proyek dalam mengerjakan bagian pekerjaannya. Bar chart

yang dibuat kontraktor harus diperiksa dan disetujui Direksi. Hal-hal

yang dapat dilihat pada suatu bar chart adalah :

 

 

􀂃 Jenis-jenis pekerjaan yang ada di proyek.

 

􀂃 Waktu yang disediakan untuk setiap jenis pekerjaan.

 

􀂃 Kapan waktu pekerjaan harus dimulai dan dilaksanakan.

 

3. Network Planning

Network planning adalah gambar yang memperlihatkan susunan

urutan pekerjaan dan logika ketergantungan antara kegiatan yang satu

dengan yang lainnya serta rencana waktu pelaksanaannya berupa lintasan

kritis maupun yang bukan lintasan kritis. Lintasan kritis adalah lintasan

terpanjang yang menentukan waktu pelaksanaan pekerjaan proyek yang

apabila salah satu kegiatan terlambat, maka pelaksanaan pekerjaan yang

lain ikut terlambat.

 

Sistem Koordinasi dan Laporan Pekerjaan

Untuk mengetahui kemajuan suatu proyek perlu diadakan rapat koordinasi

dan prestasi pekerjaan (reporting).

 

1. Rapat Koordinasi

Rapat koordinasi membahas permasalahan yang ada yaitu

permasalahan yang dapat menghambat berlangsungnya pelaksanaan

pekerjaan proyek. Rapat koordinasi yang dilakukan bersifat insidentil,

yaitu rapat diadakan jika timbul masalah dalam pelaksanaan proyek dan

harus segera dipecahkan.

 

2. Reporting

Reporting (Laporan Prestasi Kerja) yang dilakukan dalam proyek

ini adalah laporan harian, laporan mingguan dan laporan bulanan.

 

􀂃 Laporan Harian merupakan segala kegiatan pekerjaan yang dilakukan

pada hari tersebut.

 

􀂃 Laporan Mingguan berisi kegiatan harian selama satu minggu dan

masalah-masalah atau hambatan yang terjadi.

 

􀂃 Laporan Bulanan merupakan rekapitulasi dari Laporan Mingguan yang

disertai laporan visual yang berupa foto-foto proyek.

 

Sumber : http://eprints.undip.ac.id/33972/5/1857_CHAPTER_II.pdf

Nama   : Denny Imam Azhari

NPM    : 31112848

Kelas   : 1DB06

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s