#08 Perencanaan Audit

Perencanaan Audit

Pengertian Perencanaan Audit

Perencanaan audit adalah total lamanya waktu yang dibutuhkan olehauditor untuk melakukan perencanaan audit awal sampai padapengembangan rencana audit dan program audit menyeluruh Variabel inidiukur dengan menggunakan jam perencanaan audit. Keberhasilanpenyelesaian perikatan audit sangat ditentukan oleh kualitas perencanaanaudit yang dibuat oleh auditor.

1. Menurut Standar pekerjaan lapangan pertama Profesional AkuntanPublik (SPAP) mensyaratkan adanya perencanaan yang memadaiyaitu:´Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakanasisten harus disupervisi dengan semestinya.´ (IAI, 2001).2. Menurut Sukrisno Agoes dalam bukunya ³Auditing´, menerangkanbahwa:³Perencanaan dan supervise berlangsung terus menerus selamaaudit, auditor sebagai penanggung jawab akhir atas audit dapatmendelegasikan sebagian fungsi perencanaan dan superviseauditnya dalam kantor akuntannya (asisten)´.

2. Menurut Sukrisno Agoes dalam bukunya ³Auditing´, menerangkanbahwa:³Perencanaan dan supervise berlangsung terus menerus selamaaudit, auditor sebagai penanggung jawab akhir atas audit dapatmendelegasikan sebagian fungsi perencanaan dan superviseauditnya dalam kantor akuntannya (asisten)´.

3. Menurut Standar Auditing 316 dalam Standar Profesional AkuntanPublik (Ikatan Akuntan Indonesia, 2001) mensyaratkan agar ³audit dirancang untuk memberikan keyakinan memadai ataspendeteksian salah saji yang material dalam laporan keuangan´.

4. Menurut SA Seksi 326 (PSA No. 07), Paragraf Audit No. 20menyatakan bahwa:³ Auditor pada hakikatnya harus dirumuskan dalam jangka waktudan biaya yang wajar

 

Langkah-langkah yang dilakukan dalam perencanaan audit :

Menghimpun pemahaman bisnis klien dan industri klien.
Penghimpunan pemahaman bisnis dan industri klien dilakukan dengan tujuan untuk mendukung perencanaan audit yang dilakukan auditor.
Hal-hal yang berkaitan dengan bisnis dan industri klien yang perlu dipahami auditor adalah
jenis bisnis dan produk klien

1. lokasi dan karekteristik operasi klien seperti metode produksi dan pemasaran

2.  jenis dan karakteristik ondustri. Hal ini menentukan sensitivitas bisnis klien terhadap perubahan kondisi ekonomi. Kebijakan dan praktik industri sangat berdampak kepada kelangsungan usaha klien.

3. Eksistensi ada tidaknya pihak terkait yang mempunyai hubungan erat dengan klien misalnya sama-sama anak perusahaan dari suatu holding company.
Regulasi pemerintah yang mempengaruhi bisnis dan industri klien

4. Karekteristik laporan yang harus diberikan kepada badan regulasi.

 

Prosedur Perencanaan Audit

Prosedur yang dapat dipertimbangkan oleh auditor dalam perencanaan dan supervise biasanya mencakup review terhadap catatan auditor yang berkaitan dengan satuan usaha dan diskusi dengan staf lain dalam kantor akuntan dan pegawai satuan usaha tersebut. Contoh prosedur tersebut meliputi :

  1.                                                               i.      Mereview arsip korespondensi, kertas kerja, arsip permanent, laporan keuangan, dan laporan audit tahun lalu.
  2.                                                             ii.      Membahas masalah-masalah yang berdampak terhadap audit dengan staf kantor akuntan yang bertanggung jawab atas jasa non audit bagi satuan usaha.
  3.                                                           iii.      Mengajukan pertanyaan tentang perkembangan bisnis saat ini yang berdampak terhadap satuan usaha.
  4.                                                           iv.      Membaca laporan keuangan interim tahun berjalan.
  5.                                                             v.      Membicarakan type, luas, dan waktu audit dengan manajemen, dewan komisaris, atau komite audit.
  6.                                                           vi.      Mempetimbangkan dampak diterapkanya pernyataan standar akuntansi dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia, terutama yang baru.
  7.                                                         vii.      Mengkoordinasikan bantuan dari pegawai satuan usaha dalam penyiapan data.
  8.                                                       viii.      Menentukan luasnya keterlibatan, jika ada, konsultan, spesialis, dan auditor intern
  9.                                                           ix.      Membuat jadwal pekerjaan audit (time schedule)
  10.                                                             x.      Menentukan dan mengkoordinasikan kebutuhan staf audit.
  11. Melaksanakan diskusi dengan pihak pemberi tugas untuk memperoleh tambahan informasi tentang tujuan audit yang akan dilaksanakan sehingga auditor dapat mengantisipasi dan memberikan perhatian terhadap hal-hal yang berkaitan yang dipandang perlu.

 

 

 

Ada tiga alasan utama mengapa auditor harus merencanakan penugasannya dengan baik :
1. Untuk memperoleh bahan bukti kompeten yang cukup dalam situasi saat itu.
2. Untuk membantu menakan biaya audit.
3. Untuk menghindari salah pengertian dengan klien.

Tujuan bagian utama perencanaan audit :
1. Perencanaan awal.
2. Memperoleh informasi mengenai latar belakang klien.
3. Melaksanakan prosedur analistis pendahuluan.
4. Memperoleh informasi mengenai kewajiban hukum klien.
5. Menetapkan materialitas dan resiko.
6. Memahami struktur pengendalian intern serta,
7. Mengembangkan keseluruhan rencana dan program audit.

• PERENCANAAN AWAL
Perencanaan awal menyangkut keputusan apakah akan menerima atau melanjutkan pelaksanaan audit bagi klien, mengevaluasi alasan-alasan klien untuk di audit, memilih staf untuk penugasan tersebut, dan mendapatkan surat penugasan.

1. Menerima Klien Baru dan Melanjutkan Klien Lama.
Menyelidiki Klien Baru
Sebelum menerima klien baru, sebagian besar kantor akuntan public menyelidiki perusahaan tersebut untuk memutuskan apakah klien itu dapat diterima. Juga harus di evaluasi prospektif klien dalam lingkungan usaha. Stabilitas keuangan, dan hubungan dengan kantor akuntan publik. Sumber informasi bisa berasal dari pengacara local, kantor akuntan public lain, bank dan perusahaan lain. Kadang-kadang auditor dapat menyewa seorang penyelidik profesional untuk mendapatkan informasi mengenai reputasi dan latar belakang anggota kunci menajemen perusahaan. Pendekatan yang sama dapat ditempuh jika auditor pendahulu tidak bersedia memberikan informasi yang dikehendaki.

Menyelidiki Klien Lama
Banyak kantor akuntan publik mengevaluasi klien yang sudah ada setiap tahun untuk memutuskan apakah ada alasan untuk tidak melanjutkan audit. Perselisihan sebelumnya seperti kelayakan ruang lingkup audit, jenis pendapat yang diberikan, honorarium dapat menyebabkan auditor tidak melanjutkan hubungan.

2. Mengidentifikasi Alasan Klien Untuk Di Audit
Dua faktor utama yang mempengaruhi bahan bukti yang akan dikumpulkan adalah siapa pemakai laporan dan maksud penggunaan laporan.
Kemungkinan terbesar dalam hal penggunaan laporan dapat ditentukan dengan melihat pengalaman dalam penugasan yang lalu dan diskusi dengan manajemen.
Selama audit berlangsung auditor dapat memperoleh informasi tambahan mengenai mengapa klien menghendaki audit dan untuk apa laporan keuangan digunakan.

3. Staf Untuk Penugasan
Standar auditing yang ditetapkan IAI yang pertama menyatakan :
“ Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau beberapa yang memiliki keahlian dan pelatihan teknik yang cukup “.
Pertimbangan utama yang mempengaruhi penyusunan staf adalah perlunya kesinambungan dari tahun ke tahun. Pertimbangan lain yaitu bahwa orang-orang yah diserahi tugas harus akrab dengan bidang usaha klien.

4. Memperoleh Surat Penugasan
Surat Penugasan adalah kesepakatan antara kantor akuntan publik dan klien untuk pelaksanaan audit dan pelayanan lain yang terkait. Surat itu harus menyebutkan apakan auditor akan melaksanakan audit, penelaahan, kompilasi,dan jasa lain seperti pengisian SPT dan jasa manajemen. Juga harus dinyatakan pembatasan yang dikenakan terhadap pekerjaan auditor, batas waktu penyelesaian audit bantuan yang akan diberikan oleh klien untuk memperoleh catatan dan dokumen, serta daftar rincian yang perlu disiapkan oleh auditor.
Surat penugasan tidak mempengaruhi tanggung jawab kantor akuntan publik terhadap pihak pemakai ekstern laporan keuangan yang di audit, tetapi dapat dipengaruhi tanggung jawab hukum terhadap klien.

• MEMPEROLEH INFORMASI MENGENAI LATAR BELAKANG

1. Memahami Bidang Usaha dan Industri Klien
Ada tiga alasan mengapa diperlukan pemahaman yang baik atas industri klien :

a. Banyak Industri mempunyai aturan akuntansi yang khas yang harus di pahami auditor untuk mengevaluasi apakah laporan keuangan klien sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

b. Auditor sering dapat mengidentifikasi resiko dalam Industri yang akan mempengaruhi penetapan resiko audit yang dapat diterima, atau bahkan mengaudit perusahaan dalam Industri dapat dibenarkan membuat perbandingan usaha.
c. Adanya resiko bawaan yang pada hakekatnya sama bagi seluruh klien dalam Industri tersebut.

2. Meninjau Pabrik dan Kantor
Peninjauan atas fasilitas klien bermanfaat untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai bidang usaha dan operasi klien karena akan diperoleh kesempatan untuk menemui pegawai kunci dan mengamati operasi dari tangan pertama.
Peninjauan langsung atas fasilitas fisik akan membantu auditor dalam memahami pengamanan fisik atas aktiva dan dalam menginterprestasikan data akuntansi dengan cara memberikan karangka visualisasi aktiva seperti persediaan dalam proses dan peralatan pabrik.

3. Menelaah Kebijakan Perusahaan
Keputusan dasar yang menyangkut kebijakan harus selalu dievaluasi dengan teliti sebagai bagian dari audit untuk menetapkan apakah manajemen memperoleh wewenang dari dewan komisaris untuk membuat keputusan tertentu dan untuk menyakinkan bahwa keputusan manajemen telah tercermin dalam laporan keuangan.

4. Mengidentifikasi Pihak – Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa

Dalam PSA 34 (SA 334) di definisikan sebagai perusahaan afiliasi, pemilik utama perusahaan klien, atau pihak lainnya yang berhubungan dengan klien, dimana salah satu pihak dapat mempengaruhi manajemen atau kebijakan operasi pihak lainnya. Transaksi hubungan istimewa adalah transaksi antara klien dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

5. Mengevaluasi Kebutuhan Akan Spesialis Dari Luar
Auditor harus memiliki pemahaman yang memadai mengenai Industriklien untuk menentukan apakah diperlukan seorang spesialis. Perencanaan yang baik diperlukan untuk meyakinkan bahwa seorang ahli siap jika diperlukan dan bahwa ahli itu benar-benar kompeten dan Independen terhadap klien.

• MEMPEROLEH INFORMASI MENGENAI KEWAJIBAN HUKUM KLIEN

1. Akte Pendirian Dan Anggaran Dasar Perusahaan

  • Akte Pendirian untuk mengakui sutau perusahaan sebagai satuan usaha yang berdiri sendiri

Didalamnya terdapat nama Perseroan, tanggal pendirian, jenis dan jumlah modal saham yang disahkan untuk ditempatkan, dan jenis kegiatan usaha yang boleh dilakukan oleh perseroan

  • Anggaran dasar mencakup peraturan dan prosedur yang ditetapkan oleh para pemegang saham perseroan. Didalamnya diuraikan hal-hal seperti tahun fiscal perseroan, frekuensi rapat pemegang saham, metode pemilihan para direktur dan kewajiban serta wewenang dari para pengurus perusahaan.

2. Notulen Rapat
Adalah catatan resmi rapat dewan direksi dan pemegang saham termasuk didalamnya adalah ikhtisar masalah terpenting yang didiskusikan dalam rapat ini dan keputusan yang dibuat oleh direksi dan pemegang saham.
Informasi yang tercakup dalam notulen rapat:
– Pengumuman deviden
– Otoritas penggajian untuk pejabat
– Persetujuan kontrak dan kesepakatan
– Otorisasi atas perolehan aktiva
– Persetujuan merjer
– Otorisasi pinjaman jangka panjang
– Persetujuan untk menggadaikan efek-efek
– Otorisasi pegawai yang berhak menandatangani cek
– Pelaporan mengenai kemajuan operasi peruahaan

3. Kontrak
Dalam memeriksa kontrak, perhatian utama dipusatkan pada segi kesepakatan hukum yang mempengaruhi pengungkapan, keuangan kontrak dapat mempunyai dampak penting pada laporan keuangan jika subyek dari kontrak harus disertakan secara langsung sebesar nilai uang tertentu.

Sumber : http://tugaskampuss.blogspot.com/2009/04/perencanaan-audit.html

http://magussudrajat.blogspot.com/2010/06/perencanaan-audit-dan-prosedur-analitis.html

Nama   : Denny Imam Azhari

NPM    : 31112848

Kelas   : 1DB06

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s